Mei 12, 2017

Hari-Hari Sebagai Mahasiswa Asing di Tiongkok




C.H.I.N.A
The most populated country.
The most polluted country.
Thus, the most interesting place in the world!
(with VPN, Oily Food, Toilet, and so on :p)


Last September were my departure time to China, as a student aswell.
Haven't realised before my journey could begin in one of the most most most country.
Kita sebut, Tiongkok dalam Bahasa Indonesia. China in English. Dan, 中国 (zhongguo) dalam bahasa mandarin.
Setelah hampir 8 bulan melewati cobaan disini (halah) dengan hidup berbekal bahasa Inggris paspasan (karena disini bahasa Inggris banyak ga kepake).

Memutuskan buat kuliah di Tiongkok karena dapet beasiswa itu sesuatu sekali, banyak banget orang nanyain alasan kenapa memilih kuliah di Tiongkok. Sebagai seorang anak yang berbakti pada orang tua (caile) dan ingin kuliah dengan jurusan yang diminati, selama 5 bulan sebelum keberangkatan saya hidup sebagai mahasiswa yang berselingkuh. Mau gimanapun, hukum isn't my passion neither my choice.
Terlepas dari semua itu, I'm going to be honest.. Kuliah di Tiongkok adalah pengalaman yang sangat sangat sangat berkesan (walau saya masih punya waktu 4 taun lagi disini untuk bercerita, haha)

1. The Inaccessible of Internet Connection 

 Sang penyelamat. 


Tiongkok dikenal dengan negara berideologi komunis, sehingga banyak hal-hal yang bersifat umum atau sosial di blokir atau ditutup aksesnya oleh pemerintah. Salah satunya: Internet!
Sejak tahun 2008, Tiongkok menutup akses internet ke (yang menurut saya banyak banget) Google (Gmail, Translator, Blogger, etc), Facebook, Twitter, Instagram, etc dan baru baru ini di bulan April; Pinterest! My favorite web :(

Alasan mereka menutup akses internet disini karena ditakutkan warganya bisa ketuleran sama hal-hal berbau barat atau terlalu sociable.
Tapi, demi memberikan mutu pelayanan terbaik buat bersosial media untuk warganya, pemerintah Tiongkok mem-provide situs situs lokal yang diberdayakan, kaya Wechat, Weibo, QQ, etc yang digunakan luas banget disini.

And..
Gimana saya sebagai seorang pendatang yang terbiasa hidup bersosial, mengenal dunia yang katanya bulet *eh, tanpa firewall dan proxy untuk mengakses sosial media begituan? The answer is VPN.
Bagi orang yang udah kebiasa ke Tiongkok untuk travelling, urusan bisnis atau apalah itu sebutannya, VPN jadi hal yang wajib di download di setiap devices mereka kalo mau kesini.
VPN itu apasih? VPN itu sebutan untuk Virtual Private Network, dimana kita bisa mengakses situs situs yang di blokir dengan bantuan IP address yang berbeda.

Trus cara kerja VPN emang gimana? Awalnya saya disini, saya cuma download VPN Free yang bisa di download di setiap appstore device kita. Tinggal klik dan klik VPN-nya udah hidup dan kita bisa akses situs yang di blokir.

Masalahnya, makin hari disini akses VPN yang gratissan itu makin nyebelin. Contohnya betternet yang dipake di hape yang kadang kadang error dan koneksinya lambat. Atau psiphon di PC yang kadang juga perlu di setel ulang.
Jadi, biar koneksinya lancar biasanya temen-temen disini menggunakan VPN berbayar yang bisa dipake 1-10 orang. Lebih affordable sih, cuma ntar dulu ah.

2. Oily and Greasy Food

Makanan Tiongkok pada saat Imlek atau festival-festival gede biasanya banyak kaya gini.


NO WONDER FOR THIS!!!
Big alert untuk para yang bukan pecinta makanan berminyak.
Di Tiongkok, setiap provinsi dan daerahnnya punya jenis makanan dan rasa yang berbeda beda.
Di provinsi yang saya tempatin; Jiangsu dikenal sama makanannya yang ga pedas dan berbahan dasar daging-dagingan (babi, sapi, ayam), dan yang pasti...BERMINYAK!

Berminyak disini bukan berarti makannya kebanyakan digoreng, tapi memang makanannya disajikan berminyak, mau itu kuah, goreng, tumis, panggang, atau apapun jenisnya.
Masalahnya, hidup dalam kultur Jawa-Sumatera di Indonesia yang konsumsi minyaknya ga banyak-banyak amat (si-emak biasa abis 2 liter minyak buat 3 mingguan), sama belum terbiasa untuk makan makan disini. Pada awal hidup disini, saya panas dalem sampe jerawatan (halah emang jerawatan dari dulu!). Dan yang pasti gak sehat banget.
 Masalahnya, yang dibingungin disini adalah penduduk Tiongkok apalagi cewe cewenya pada kurus dan kecil kecil (dibanding saya)! Kok bisa mereka makan minyak tapi tetep kurus sih?

 These foods are worth with 100 Yuan++ (Ps. We also order 2 portions of Kue Ketan dan Serabi Isi, dan 3 porsi nasi putih)


Untuk makanan sendiri, beberapa makanan Tiongkok emang enak-enak kaya dimsum atau mie-mienya (eh di Indo banyak ya haha)  tapi.. favorit saya dari 6 bulan yang lalu tetep kue-kue tradisionalnya. Di kantin-kantin kampus yang juga jual banyak jenis makanan manis, dan saya paling suka onde-onde atau disini disebut 麻团 ;ma tuan. Trus kalo jalan-jalan ke taman, banyak pedagang-pedangan kaki lima yang jualan makanan manis. Untuk bahan bakunya, kebanyakan kue-kue disini menggunakan tepung ketan dan beras, kacang hijau, merah, item atau bahan-bahan alami yang free gluten. That's why I'm into it a lot! Untuk harganya pun, saya biasa beli Nuomigao atau kue beras ketan untuk 4 bijinya 10RMB atau 20 ribuan, kalo di kantin sekolah harganya bahkan cuma 1-2 RMB perbiji.

Si Ayi yang jualan jagung rebus dan kue Nuomigao.

Untuk para student disini, mereka yang di asrama engga disediakan dapur biasanya beli delivery atau di kantin terdekat yang harganya emang murcek murcek (baca; murah). Sistem pembayarannya pun unik untuk di kantin sekolah, mereka nerapin sistem kartu makan yang bisa di scan otomatis. Jadi kaya kartu pelajar yang ada chipnya, kartu makan ini juga fungsinya kaya kartu pelajar hehe.
Kantinnya sejenis self service yang milih sendiri, bayar sendiri, ehh tapi ga masak sendiri :p.

 Ayi kantin yang lagi jualan Roti isi yang isinya bisa milih sendiri, harga? yah 4.5 RMB untuk yang isi telur.


3. Hot Water Machine, Anywhere (FREE WATER!)


 Hot Water Machine yang tiap lantai di kampus ada!


Salah satu kebiasaan orang-orang Tiongkok disini adalah minum air anget!
Sebenernya bukan aer doang sih, mereka biasa minum sesuatu yang anget-anget, kaya teh, sup, atau cuma sekadar air putih. 
Kebanyakan orang-orang disini adalah, mereka biasa bawa botol minum sendiri :)) mau itu ke kampus, sekolah, atau keluar jalan-jalan karena pada tempat-tempat umum atau sekolah memang disediakan Free Hot Water Machine.

Kaya contohnya di kampus saya yang disetiap lantai bangunan gedungnya disediakan Hot Water Machine, atau pada bandara dan stasiun kereta yang gampang dijumpai mesin mesin kaya gini. Thus, menurut saya Hot Water Machine ini juga bukan cuma sekadar buat minum, kadang kalo laper dan males masak, saya bisa beli mie cup instan yang bisa diseduh di stasiun kereta. What A Life!

4. Alipay, Taobao, Wechat Pay, Meituan Waimai, Hongpao and All About Money

Sebagai seorang student yang perbulan dibiayai kaya bukan student, saya ngerasa hidup begitu tentram dan damai secara financial (kenyataannya padahal ngemis duit tiap bulan, gegara belum bisa ngatur duit).
No more for emak yang perlu mikir biaya saya untuk makan, idup, buku, mek-up dan embel-embel hamster (eh saya punya satu disini!) yang harus di cover up tiap bulan.

Di Tiongkok, dikenal namanya Alipay atau salah satu jenis mobile banking yang penggunanya tinggal bayar via handphone dengan QR Code, di Indonesia hal ini pun masih minim banget buat ditemuin, tapi disini, you even could pay a market seller 2 yuan with Alipay! cuma modal smartphone, rekening bank, dan power bank (buat saya yang batrenya bocor).

Selain Alipay, disini juga ada Wechat Pay. Fungsinya sama sih, cuma akun yang digunakan adalah akun Wechat, dan pembayarannya juga via Wechat Wallet yang langsung di link lewat aku bank kalian. Karena penggunaan Wechat disini bukan cuma sebagai sosial media, tapi juga alat bayar, beli tiket transportasi, sewa sepeda, dan bahkan delivery makanan!
Hal yang paling saya suka dari wechat adalah fitur hongpao (angpao) dimana kita bisa kirim atau nerima duit via wechat. Ceritanya sama kaya transfer via mobile banking, tapi asyiknya (khususnya pada saat Spring Festival atau Imlek) kalo di grup chat, para tetuah biasanya suka ngirimin hongpao random yang jumlahnya juga random buat tiap anggota grup, itung itung kayak lucky-lucky an gitu.

One more fasilitas online yang buat saya nyaman disini adalah delivery makanan. Di Indonesia, kita bisa pake gojek atau uber untuk ngirim makanan atau barang paketan, disini..? Meituan!
Meituan juga bisa dipake buat booking hotel, beli tiket bus dan banyaaak banget.
Kalian tinggal link bank account dan akun di aplikasi Meituan, trus bayar semuanya tinggal pencet sana sini, untuk delivery makanan tunggu sekitar 30-60 menit, si abang pengantar makanan bakal langsung nelpon (jangan baper plis) dan nunggu di lobby bawah asrama. Uniknya, di fitur Waimai atau delivery ini, kita suka dapet potongan alias diskon!

Makanan yang saya beli delivery dengan Meituan, harusnya 30 RMB tapi didiskon sampe  cuma bayar 10 RMB aja.


Duit ada buat dipake, Alipay, Meituan, Wechat dan sebagainya dipake untuk memudahkan orang-orang disini berbelanja, daaaannn... you know one of the biggest e-commerce in China was one of my favorite website!
We called it Taobao, dimana semua barang ada. Jangan tanya, ngeprint skripsi, nyari bumbu pecel, sampe nyewa cowok (kabarnya) ADA disini!
Barang yang ada di Taobao pun beragam, dari yang paling murah sampe mahal, dari yang original sampe KW3, ataupun dari yang idup sampe benda mati pun ada disini.

Kenapa saya sampe jatuh cinta sama Taobao? Honestly, I learn a lot of Chinese words from here, bahasa kerennya belajar bahasa mandarin e-commerce di Taobao. Selain itu, di Taobao sendiri kita tinggal link akun bank kita sama akun yang ada di smartphone, gimana ga hidup tentram disini tinggal klik-klik-klik sana sini trus barang udah nyampe? Untuk ongkos kirim, rata-rata barang disini juga ga ada ongkirnya khususnya barang yang ga perlu perhatian khusus (kaya saya ye?). Dan yang paling penting, semua ada! Bahkan barangnya bisa di cari via foto, kalo kalo situ nyari baju keluaran terbaru yang di pake Ema-Wetsen versi kawenya.
 

5. TOILET. TOILET. TELOLET. (skip this part if you are eating while read this)

Please, jadilah pembaca yang bijak.
Engga semua negara punya yang bagus-bagusnya atau jelek-jeleknya. Tapi bagi saya ini jeleknya Tiongkok.
Hal yang paling ditakutin saat memijakkan kaki keluar kampus adalah: Saat kebelet pipis.
Dan, saat-saat kritis ini mau ga mau harus nyari toilet umum yang ada disekitaran saya.
Toilet-toilet di Tiongkok apalagi yang umum alias dipake sama-sama, kebanyakan dilengkapi tanpa tisu, jadi kita harus siap tisu sendiri dan (opsional) mungkin kalian butuh masker.

Saya ga tau kenapa dan apa yang membuat toilet di Tiongkok sebegitu menariknya, pada saat saya memijakan kaki pertama kali lewat bandara di Changzhou (kota saya tinggal) dan kebelet pipis, hal pertama yang saya salut adalah bau toilet-nya yang semriwing dari ujung pintu toilet, dan pemandangan yang ga biasa adalah pintu toilet yang ga ditutup. Yah saya tau sih, kita berjenis kelamin sama, sama-sama "punya", dan ketemuan di waktu yang sama di tempat yang sama, tapi kenapa... PINTUNYA ga ditutup! dan parahnya, toiletnya pun engga di flush sama sekali, iya di FLUSH, enggak di F.L.U.S.H. You know what I mean lah. Walau memang tiap toilet umum udah dilengkapin sama janitor atau pegawai bersih-bersih, saya rasa fungsi mereka buat menjaga kebersihan toilet, bukan bersihin jejak manusia yang sama sekali not their business. Thus, who knows?

So, sometimes saya nemuin kadang dari sekian banyak pintu toilet yang kebuka, kenapa masih banyak yang ga suka nge flush toilet bekas pake mereka sendiri, meninggalkan jejak jejak hidup mereka pada sebilah bilik toilet umum. Walau toilet umum itu sendiri ibarat habis manis sepah dibuang, cuma butuh pas kritis doang dan abis itu di cuekin, cuma prinsip kaya gini bener-bener bikin saya kesel buat jalan ke public area.

TAPI..
Hal ini engga berlaku untuk tempat tempat VVIP (HAHAHAHA) kaya Mall yang dalemnya banyak barang branded, dengan pengunjung kantong gede, apalah daya student seperti sayadisini.
Akhir-akhir ini pemerintahnya juga kayanya tau kalo public toilet di Tiongkok perlu dibenahi, so saya rasa juga mereka punya perhatian khusus buat pengembangan warganya, buktinya sekarang udah banyak anak-anak muda yang mulai "sadar" diri kalo pipis atau ee' itu harus disiram, at least pintunya ditutup.

Salah satu toilet umum favorit di Mall gede Changzhou, Jiangnan Global Harbor

Karena emang nyaman dan wangi, sampe kadang ada beberapa cewe ngasal yang suka numpang ngerokok dari dalem bilik toilet.


6. Green Parks, Lovely Free Weekend

 Blooming Tulip di Shanghai National Museum.

Despite of being the most populated and air polluted country, saya jatuh hati sama taman-taman disini.
Saat orang-orang membicarakan Tiongkok dengan masalah polusinya, sebenernya banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah sini untuk menanggulangi masalah polusi, penggunaan motor berbahan bakar bensin yang sudah illegal dan diganti motor listrik, penyewaaan sepeda di ruang-ruang publik yang affordable dan juga taman-taman terbuka hijau yang bener-bener bikin refreshing.

Di Changzhou sendiri yang menurut saya bukan termasuk kota industri sehingga udaranya masih dalam ambang batas aman, dan banyak banget taman-taman dari yang kecil sampe gede yang gampang ditemuin pada setiap district.
Buat student seperti saya yang suka gabut nungguin duit bulanan, kadang cuma modal kartu transportasi dan buku udah bisa jalan keliling menghabiskan weekend keluar. Hangout ga perlu duit banyak kan?

Uniknya, taman-taman disini emang di tata sebagai ruang publik dimana warga sekitar ga cuma bisa refreshing tapi juga menghabiskan waktu bareng, olahraga atau menghibur diri dengan nyanyi dan nari bareng sekaligus bersosialisasi, bahkan di Shanghai disediakan taman buat para ortu nyariin anak mereka mantu. Typically Asian Thing, right? Dan ini hidup banget.

Cuci mata gratisan.

As always, atraksi bunga mekar memang jadi daya tarik tiap taman.

Salah satu fasilitas publik yang disediakan di taman; perahu!

 Taman yang makin nyaman dengan alunan nyanyian dari warga sekitar.


7. Language is All About Speak

Sebagai negara dengan penutur bahasa Inggris terminim di dunia (MINIM ya MINIM), mau ga mau skill berbahasa mandarin saya diuji setiap harinya. Bukan cuma belajar di kelas, beli makanan, bus, belanja, atau bahkan nyari toilet (eh disinggung lagi) kita memang ngebutuhin skill bahasa mandarin. Dimana kata orang belajar bahasa lebih cepet saat kita hidup dan be like a local-nya mereka, you were truly forced to talk!

Saat saya yang vegetarian harus nanya ke pelayannya makanan yang ga mengandung daging-dagingan atau bakal mati kelaperan sampe pulang ke dormitory, saat saya yang kebelet pipis harus nyari papan tanda toilet atau nanya ke warga sekitar mau ga mau, atau saat saya nyasar dan ga tau bis pulang, oh no more, bahasa Inggris? Talk in Chinese then they will respect you totally.
Menurut saya, proses belajar yang dipaksa-terpaksa-terbiasa ini bener bener bisa diterapin untuk bahasa, dalam waktu 6 bulan disini, saya udah lulus HSK 3 dan menguasai percakapan bahasa mandarin sehari hari (berkat bantuan nge-taobao juga sih).

Selain bahasa mandarin, temen-temen se-mahasiswa asing disini juga kebanyakan berasal dari negara-negara USSR, dengan ujung -stan -stan gitu. Kebanyakan mereka ga bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan lagi.. saya dipaksa gunain skill bahasa Rusia saya yang bener-bener paspasan dan cuma bisa ngomong doang haha. Akhirnya, saya merasa bahasa bukan cuma tentang aku-kamu saling mengerti secara verbal tapi juga saling memahami budaya dan keinginan masing-masing individu, lhaa.. kita yang satu bahasa aja kadang engga bisa disatuin, gimana saya yang pernah berantem sama (mantan) room-mate yang ga bisa bahasa Inggris dan Mandarin sama sekali? Well, ini kasusnya beda, stopp..

8. The Development of Public Transport

Pembangunan transportasi publik dan fasilitas umum yang di upgrade di Changzhou membuat stereotipe baru saya tentang Tiongkok, "ini baru Changzhou lho, gimana Shanghai, Beijing, Shenzhen?" hal yang langsung buat saya mikir keras.
Di Changzhou yang menurut saya adalah salah satu kota kecil dengan penduduk lebih dari 50 ribu ini saya dibuat terkejut sama pembangunan MRT-nya yang ditargetkan selesai taun depan, adanya bus-bus publik yang dibuat praktis dan cukup memadai, BRT yang tepat waktu, dan yang pastinya sepeda sewaan!
Saya dibuat iri dimana luas Changzhou yang ga lebih gede dari kampung halaman sendiri di Palembang, kok bisa se-nyaman ini sama fasilitas disini sih!
Setelah puas ngeliat versi kecil-nya Tiongkok dari Changzhou, saya jalan-jalan kilat ke Shanghai, Nanjing, Suzhou dan Wuxi.

Di Shanghai, dimana ini salah satu kota favorit saya, saya menemukan fasilitas publik yang super cool! FYI, CRH Shanghai atau salah satu jenis kereta cepat di Tiongkok merupakan kereta tercepat kedua di dunia, dengan kecepatan mencapai 300km/h. Dan tiap saya mau jalan, kereta ini selalu jadi favorit buat saving time. Gimana ga suka, dari Changzhou ke Shanghai yang jaraknya sekitar 160 kilo bisa ditempuh sama kereta ini kurang dari satu jam! DAN.. Did you know kereta tercepat didunia juga ada di Shanghai, namanya Shanghai Maglev. Salah satu jenis kereta levitasi yang ada di Shanghai. Jarak biasa subway tempuh selama 45 menit, jadi bisa cuma 7 menit pake Maglev. Rasanya? anbelivebel! Harga tiketnya? 100 RMB per sekali jalan. Trust me, untuk naik kereta tercepat di dunia? its really worth!

 Kereta tercepat kedua didunia, CRH Shanghai!

Selain itu, buat transportasi dalam kota, selain dilengkapi sama bus-bus umum, MRT dan taksi (ahay) para warga khususnya di kota gede udah disedian sepeda sewa yang bisa disewa seharga 2RMB/Jam (harganya beda-beda per kota besar) atau sekitar 4 ribu rupiah.

Yokk... Yokk.. Dipilih dipilih.


Sepeda-sepeda yang bebas di taruh dimana aja, dan kita pun bebas milih.


Ini jenis sepeda yang disewain, bener-bener layak buat dipake jalan sore.
CR-Code yang digunakan buat sewa sepeda.


Awalnya, saya ga tau gimana cara pake sepeda-sepeda gaul ginian, dan ternyata.. cuma modal hape dan lagi-lagi rekening bank yang di-link ke aplikasi penyewaan sepeda (Wechat, Didi, dsb).
Untuk penyewaan sepeda kaya gini, kita cuma cukup buat akun di aplikasi tersebut, lalu deposito sebesar 299RMB, dimana duit ini dipake sebagai jaminan kalo-kalo kita ga ngembaliin sepedanya alias maling, lalu meng-link akun bank dengan akun kita di aplikasi tersebut, voila! cuma dalem itungan menit akun tersebut udah bisa dipake. Dan cara pake sepedanya, cukup scan CR-Code yang ada di sepeda yang mau kita pake, dimana secara otomatis kita udah berhasil nyewa. Tinggal dipake, trus kalo udah selesai cukup taruh diluar atau dimana aja kita mau dan meng-stop billing sewaan.

(PS. Masih akan terus diupdate :p)

November 22, 2016

Beasiswa Jasmine Jiangsu Tertiary for South East Asia Students

(UPDATE) Deadline untuk Jasmine Scholarship ASEAN ditutup pada April lalu, tapi buat applicants Jasmine Scholarship Overseas deadlinenya sampe tanggal 31 Mei 2017.

Pada bulan-bulan awal tahun, sekitar bulan Januari sampe April, merupakan bulan-bulan khusus untuk para pencari beasiswa dengan keberangkatan September.
Tapi, kalo sampe telat deadline mulu, seperti kasus saya. Plan-plan yang udah disusun sebelumnya malah kacau.
Dan, ujung-ujungnya engga jadi apply beasiswa atau ikut program-program sejenisnya.

Salah satu beasiswa yang pendaftaran awalnya dibuka diawal tahun adalah Jasmine Jiangsu Tertiary Program, yang pendaftarannya dibuka dari April hingga Juni (2016). Beasiswa ini salah satu beasiswa tanpa TOEFL yang disediakan Pemerintah China dan terdiri dari 2 jenis.

1. FULL Scholarship
Beasiswa yang ditawarkan adalah beasiswa waiver tuition fee atau bebas uang kuliah selama masa studi, bebas uang buku-buku akademik pokok, bebas uang asrama atau dormitory kampus, Mendapatkan asuransi kesehatan di negara tujuan hingga RMB 10.000 dan dapet duit saku perbulan RMB 1500.
Untuk program beasiswa full ini tersedia buat program diploma atau vokasi dan sarjana.

2. PARTIAL Scholarship
Beasiswa ini merupakan beasiswa potongan uang kuliah. Dimana pada tahun pertama akan mendapatkan uang kuliah sekitar RMB 20.000 yang didalemnya termasuk uang dormitory, living allowance, dan buku (kalo cukup).
Program yang ditawarkan juga tersedia untuk program diploma atau vokasi dan sarjana.

Dan, you are free to apply in any major! tergantung dari kampus yang dipilih.
Karena beasiswa ini mencakup semua disiplin ilmu yang tersedia di kampus-kampus Provinsi Jiangsu.

Syarat yang diajukan dalam beasiswa ini adalah.. Kamu warga negara Indonesia atau negara-negara di South East Asia yang masuk dalam link kerjasama SEAMEO, saat apply aplikasi beasiswa umur kamu ga lebih dari 30 taun, punya background yang baik saat SMA/SMK at least punya nilai akademik yang baik.

Naaah, now how you can start it?
Seleksi beasiswa ini 100% online dan tidak sama sekali dipungut biaya.
Calon peserta wajib bikin akun di website studyinjiangsu.org dulu.

Step 1: Pendaftaran

Masuk melalui laman studyinjiangsu.org dan pilih registrasi kalo kalian belum punya akun.




Setelah registrasi selanjutnya, kalian tinggal masuk ke laman login dan masuk dengan email dan password yang ter-register dengan baik.


Saat kamu sudah log in, klik kolom berwarna ungu dengan tulisan "Educational Cooperation and Exchange with Southeast Asian Nation"


Setelah mengklik kolom ungu tersebut, kalian akan dialihkan ke kolom lainnya. klik kolom berwarna oranye dengan tulisan "Jiangsu Jasmine ASEAN Scholarship"


Kalian akan diarahkan untuk masuk ke  Personal Centre dimana nantinya akan ada form yang harus diisi.

Step II: Pengisian Form dan Seleksi



Ini bentuk Personal Centre sendiri, dimana form untuk melengkapi beasiswa Jasmine ini dimulai disini. jajajaja. Kalau kalian apply melalui beasiswa, klik "My Scholarship: unfinished application"
lalu.. Form dan proses seleksi kalian dimulai dari sini.


Setiap form memiliki keterangan untuk diisi.
Personal Information adalah bagian form tentang informasi pribadi, nama, tanggal lahir, nomor identitas dan foto.

I. 申请人情况 / Personal Information


Rata-rata, orang Indonesia tidak memiliki Family name atau Marga, jadi kalo kalian ga punya Family name atau surname, gunakan nama terakhir seperti di paspor atau di KTP.
Given Name yah nama awal hingga nama tengah (kalo kalian punya nama panjang).
Nationality-nya isi Indonesia dah. 
Passport No. ini nomor pasport kalo kalian ada, tapi sebaiknya diisi ding atau buat dulu paspor nya haha.
Date of Birth tanggal lahir kalian, masa iya ga inget tanggal lahir.
Application Code, ini kode aplikasi yang sebelumnya harus dikirim via email.
isi Country dan City of birthplace kamu, kalo ini isi berdasarkan fakta ya.. trus, jenis kelamin, Marital Status, kalo kalo kalian udah nikah muda kaya yang lagi ngetren sekarang yah isi Married, Native Language atau bahasa utama kalian, mungkin situ biasa di rumah pake bahasa Inggris atau bahasa Perancis kan. di kolom Religion itu agamanya kebetulan di tulis ketik, engga milih kayak form form di Indo.
Untuk Present Address, kalian bisa ngisi dengan alamat sesuai format bahasa Inggris atau bahasa Indonesia, yang pastinya bikin pak pos yang siapa tau ngirim dokumen dari China karena kalian lulus seleksi ga susah susah lagi nyari alamat.
Permanent Address itu alamat rumah yang permanen, mungkin bisa disamain atau beda kalo kalo situ anak kos yang nyobain beasiswa ini, permanent address bisa diisi alamat orang tua dan present address diisi alamat kosan-nya kalian.
Upload foto dengan format Passport Foto alias muka buletnya dizoom 70% hihi.

II. 受教育情况(从高中开始) / Education Background


Education Background ini diisi berdasarkan sekolah kita sebelum apply beasiswa dan starting from high school. kalo kalian apply untuk S1 atau D3, cantumkan nama SMA-nya kalian saja.

III. 工作经历 / Employment Record

Mungkin sebelumnya kalian pernah magang atau kerja sambilan di Koperasi, cantumkan tempat kalian pernah kerja. 

IV. 语言能力 / Language Proficiency

Kalo sebelumnya kalian pernah ambil tes HSK (tes kemampuan bahasa Mandarin) kalian bisa cantumkan level HSK kalian pada kolom yang tersedia. Dan kalo misal kalian ingin belajar dalam bahasa pengantar bahasa Inggris disana, centang kolom "I can be Taught in English."

V. 在华学习或任职调查 / Studied or Worked in China 

Klik No kalo kalian belum pernah sama sekali sekolah atau bekerja di China atau klik Yes kalo kalian pernah sekolah atau bekerja di China, mungkin kerjanya jadi CEO atau Owner perusahan disana, kali kali bisa diisi disini :3

VI. 来华学习计划 / Proposed Study in China

Pada bagian ini, kalian disuruh milih jenis program Diploma atau Undergraduate (S1). Serta milih kampus tujuan. Kalian bisa milih 3 kampus tujuan dengan 3 jurusan yang sesuai dengan kampus kalian. Jangan lupa kalo kalian mau apply di kampus impian di Jiangsu lewat beasiswa ini, kalian harus ngasih tau atau inform bagian Foreign Affairs di kampusnya kalo kalian bakalan belajar/lanjut kuliah di kampus tersebut lewat beasiswa Jasmine (biasanya kesempatan dapetnya lebih gede).
Tapi kalo kalian pasrah doang, centang kolom " If you are not admitted by the above universities, would you like to study in another university in Jiangsu?" 
Dimana kalo kalian klik yes, otomatis beasiswa kalian (kalo-kalo lulus) bakal dialihkan ke kampus lain di Jiangsu (ini kasusnya sama kaya gue kemaren!)
Duration of Major Study ini maksudnya durasi kalian belajar, kalo diploma biasanya 3 taun, yah tulis aja dari September 2030 sampe September 2033 (misalnya).
nah, kalo kalian belum bisa bahasa Mandarin dan pengen belajar lagi, centang kolom "Do you need elementary Chinese study prior to the major study?"
Jangan lupa diisi sesuai durasi, bisa 3 bulan, 6 bulan bahkan 1 tahun. tergantung level kalian dan seberapa cepet kalian nangkepnya.

VII. 在华学习或研究计划(拟攻读硕士和博士学位者,不少于800字) / Please describe the details of your study or research plan in China ( for those who apply for Master’s and Doctoral Degrees,no less than 800 words

Mungkin bagian ini ditunjukkan pada pelamar program Master dan Doktoral, jadi bagian ini dilewatkan saja ;)

VIII. 完成在华学业后的打算 / Please describe your future plan after finishing your study in China

Bagian ini bagian yang menurut gue ngehabisin waktu paling banyak!
4 hari ngisi form dan gue cuma mondar mandir edit sana edit sini.
Future Plan ini rencana kita kedepannya setelah lulus dari salah satu kampus di China mau ngapain. masa iya mau langsung manten ._. 
Future Plan ini dimulai dari nyeritain background kita dulu di SMA, lomba-lomba dan gimana kita achieve juara disana, gimana kita ikut organisasi. Trus lanjut di status quo atau kondisi kita sekarang, alasan milih jurusan ini atau kampus tujuan di Jiangsu, background jurusan yang kita pingin, hingga akhirnya gimana caranya dengan kuliah di China bisa bawa kita membangun mimpi-mimpi kita. Ceritain juga kenapa harus di China dan efek kedepannya. 
Jangan muluk-muluk bawa perubahan di Indonesia, mulailah dari yang scope yang paling kecil dulu, at least di kota kita. Misalnya, di Palembang yang potensi pariwisata-nya yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Yah itung-itung kayak kontribusi via essay gitu.
Perhatikan tata bahasa dan diksi yang baik ya :)

IX. 曾发表的主要学术论文、著作及作品 / Please list your academic papers, writing & art works published

Jika kalian pernah bikin karya tulis ilmiah atau tulisan dalam bahasa Inggris atau Mandarin yang sudah pernah di publikasikan lewat media, sok di copas bawa sini.

X. 奖学金申请信息 / Scholarship Applied

Ini jenis beasiswa yang akan kalian ambil, ada Full Scholarship dan Partial Scholarship.
oh ya, di form ini ada bagian Emergency Contact. Kalian bisa isi dengan nomor telepon dan alamat sanak saudara yang ada di China, atau keluarga yang bisa dihubungi di Indonesia.

XI. 申请人亲属情况 / Family Members of the Applicants

Spouse itu pasangan yang legal, maksudnya bukan pacar bukan tunangan ya. jangan diisi kalo masih di PHP-in kaya gue ._.
Father dan Mother-nya diisi ya. kalo perlu dicek di Kartu Keluarga mungkin lupa nama emak atau bapak dengan lengkap.

XII. 所需材料 / Documents required

Dokumen-dokumen yang sudah di siapkan, di scan dan di upload lewat sini.
Ada scan halaman awal paspor, trus scan transkrip nilai SMA kamu yang udah di translate ke bahasa Inggris atau Mandarin dengan penerjemah tersumpah, trus ada scan diploma atau ijazah, scan copy enrollment kalo kalo kalian udah diterima di univ tujuan dan niatin buat ikut beasiswa ini, 2 surat rekomendasi (buat yang doktoral dan master), scan halaman awal paspor si-emergency contact kamu tadi, scan HSK level certificate kalian kalo ada, dan other attachment ini bisa dipake buat surat rekomendasi kalian dari guru/kepala sekolah kalian dalam bahasa inggris, ini fungsinya buat nge-yakinin kita available buat take jurusan kuliah yang pake bahasa inggris (katanya).

Setelah dokumen dokumen dilengkapi, dan seluruh form udah berconteng ijo semua, waktunya...

Saling promise-promisan!
Disini kita ngelik submit atau ngirim semua data yang udah kita isi. 
Oh ya, kalo misal kalian belom mau submit, data ini bakal ke save dan muncul di Personal Centre bagian "unfinished application" tapi kalo kalian udah siap dan melengkapi seluruh persyaratan, kalian bisa klik submit atau preview dokumen sebelum di download dan di print.

Naaah, kalo udah di submit. 
kita bakal masuk ke laman selanjutnya.

Step III: Completed Application


tretretretreeettt....
Setelah di submit, kalian harus mendownload Application Form yang telah diisi tadi.
Lalu di print dan di tanda tangani pada setiap halamannya. 

(UPDATE)
Untuk tahun ini, Jasmine Scholarship menerapkan sistem kirim online, jadi setiap proses seleksi dilakukan online. 
Setelah halaman kalian print dan tanda tangani, dokumen di scan kembali dan dikirm balik pada alamat email yang tersedia.

Agustus 13, 2016

Mengurus Visa Student X1 China



pheww...
Akhir-akhir ini sibuk banget dengan embel-embel ngurusin berkas beasiswa (padahal kerjaannya masak + makan)
Akhirnya, tibalah saat-saat saya harus ngurus visa alias tiket masuk ke gerbang China atau Tiongkok buat lanjut sekolah!
Saya keliling website-website berbahasa Indonesia dan cukup sulit nemuin informasi detail untuk ngurusin visa student X1 atau X2 ke China.
Untuk student atau yang bakal kuliah, visa China dibagi jadi 2; X1 dan X2.
X1 untuk masa studi atau belajar lebih dari 180 hari, dan X2 untuk masa studi kurang dari 180 hari.

Akhirnya berbekal modal ikut ikut kata orang, yah kita caw ke Chinese Visa Centre-nya di daerah Lingkar Kuningan, Jakarta
Yang katanya sih.. "ngurusnya ga pake ribet dan cepet" sok kita buktiin ._.

Saat itu, saya dateng ke Visa Centre ditemenin sama si Adel naek go-car.
Dari Bintaro ke Kuningan sekitar 50 ribuan dan nemuin gedung dengan nama The East.
Pertama, saya sempet bingung ini gedung kaya kantor gitu. Dan ternyata gedungnya satu dengan kantor-kantor yang disewain dalemnya.
Untuk Chinese Visa Centre ini letaknya di lantai 2, kalo dari lobby depan cuma perlu masuk trus naik tangga dan langsung ketemu kantor Chinese Visa Application Service Centre dengan lampion merah mencolok.
Pas masuk, sekitar jam 9-an udah nyampe situ (karena emang buka-nya dari jam 9 sampe jam 3 buat ngurus visa) ada sekitar 13 loket dengan para mbak-mbak dan mas-mas yang udah standby diloket.
Saat itu, saya dapet nomor antrian awal R0015.

FYI, untuk nomor antri, mereka nerapin antrian diawali huruf R, E, dan C dilanjutkan setelah itu nomor antrian.
R itu untuk pengurusan visa Reguler ( visanya jadi 4 hari kerja) E itu untuk Express (jadinya 2 hari kerja) dan C itu untuk Collect alias pengambilan visa.
untuk yang Express, kalian harus nyertain tiket pesawat pergi ke China dan biaya yang lebih mahal dari yang Reguler.

Setelah itu, ga terlalu lama duduk. akhirnya saya dipanggil ke loket yang ada mbak-mbaknya (ngarepnya dapet yang mas-mas) halah!
Ada dokumen dokumen wajib dan pendukung yang harus dipenuhin, berdasarkan Website Chinese Visa Application Service Centre dan lengkap saya bawa ke situ.

Dokumen Wajib

1. Paspor Lama dan Paspor Baru serta Tanda Pengenal (KTP)




Paspor itu tanda pengenal seseorang diluar negeri. Tanpa paspor, kedatangan orang itu kayak illegal. Jadi, sebelom mau ngurus visa, diwajibkan buat paspor terlebih dahulu.
Untuk visa China ini, kalo misal kita udah pernah bikin visa China dipaspor lama, paspor yang lama harus dibawa kembali untuk kepengurusan dan kelengkapan dokumen.
Kemaren, saya sempet liat bapak-bapak yang ngomel karena gatau kalo paspor lama dengan stempel visa China-nya juga harus dibawa sebagai bukti kelengkapan dokumen.
Oh iya, paspor yang barunya juga dipastikan valid sebelom 6 bulan masa berlaku habis.
KTP.
Saya juga baru tau kalo misal KTP diperluin buat kelengkapan dokumen visa China ini.
Tapi yang versi fotokopian ding.
Btw, untuk paspor dan KTP ini, masing-masing di fotokopi satu rangkap.

2. Application Form

Untuk yang mau cepet dan gamau nulis-nulis lagi, bisa download Application Form Visa China dimana tinggal isi via web dan print langsung.
Perhatikan setiap instruksi yang ditulis ya,.
Untuk visa China ini sendiri juga dilengkapin form isian kalo misal kalian nyuruh orang atau calo buat ngurusin visa-nya.
Tapi kalo emang mau langsung ke Visa Centrenya, disana juga ada form yang sudah di print sama mereka dan tinggal di isi.
For Your Information, form yang diisi itu lumayan banyak jadi perhatiin setiap kolom siapa tau ada yang masih kosong dan bisa diisi.

3. Foto


Ini yang kemaren sempet bikin kesel. pardon my face and pardon my hair!
Foto yang dianjurkan sama Visa Centre-nya itu ukuran 33 mm x 48 mm, tapi kemaren karena gue udah keburu nyetak ukuran biasa 4 x 6 dan 3 x 4. yaudin..
Akhirnya tibalah si mbaknya nanya foto.
Dan ternyata dia minta ukuran foto 4 x 6 yang gede itu lhooo.
Lalu, foto tadi dijepret sama si mbak dalam satu bundle.

4. Fotokopi Visa China ( kalo yang udah pernah ke China)

Optional yaaa.

5. Duit alias Modal Ngambil Visa

Nah, untuk visa fee China ini sendiri ada macem macem jenisnya. Ada yang single entry, double entry, dan multiple entry.
Nah, untuk yang single entry ini ditunjukan untuk sekali masuk dalam kurun waktu 3 bulan kedepan.
Kalo double entry yah 2 kali masuk dalam 3 bulan kedepan. Multiple entry untuk yang sering keluar masuk China dalam kurun waktu 6 bulan kedepan.
Kalo buat student ini, pilih yang single entry dulu. Soalnya setelah kepengurusan Residence Permit di China, visa student-nya bakalan berkategori multiple entry karena kita udah tinggal disono.
Visa fee untuk yang single entry ini Rp 300.000,- dengan biaya service Rp. 240.000 jadi totalnya sekitar Rp 540.000,-
Kalo buat yang express single entry itu visa fee nya Rp 500.000,- dengan biaya service Rp 400.000,- so totalnya Rp 900.000,- 


Dokumen Pendukung

1. Admission Notice dan Form JW 202


Ini form 202 dan Admission Notice dari Changzhou Institute of Technology yang dikirim mereka buat kepengurusan dokumen visa saya.
Jangan lupa di fotokopi satu rangkap masing-masing eaaa.
Di Visa Centre sebenernya ada tempat fotokopi sih, yang motokopiinnya pak satpam si baju putih, cailee. Dengan Rp 1000,- perlembar. Yah itung itung kalo motokopi belakang rumah dapet 4 lembar kan tuh lumayan.

2. Surat Undangan

Saya juga ga tau maksud surat undangan disini apaan.
tapi form JW 202 dan Admission Notice aja udah cukup kok.

DAN.
Akhirnya, dokumen dokumen ini  dimasukin jadi satu pake paper clip ke mbak-mbak yang udah nungguin.

Setelah itu..
Si mbaknya langsung ngasihin pick up form buat ngambil visanya sekalian bayarnya.
Jadi kemaren ceritanya saya bayar trus ambil langsung.




Tatatatatatatata.... 4 hari kemudian, hasil nge reschedule jadwal pulang.
Saya kembali ke Visa Centre dan ambil nomor antrian yang super panjang buat bayar trus ambil paspor + visa!


Dan ternyata, ngurus visa China X1 buat studi ini lumayan gampang!

Tips

1. Dateng Pagi-Pagi

Buat ngurusin visa ini, entah untuk apply visa L T X atau apapun, usahain dateng pagi-pagi.
Saat jam office baru buka sekitar jam 9-10 an usahain sudah nyampe atau udah masuk gedungnya, Kenapa dateng pagi?
Belajar dari pengalaman saya kemaren, dateng jam 11-an buat ngambil paspor dan visa karena sengaja biar bisa langsung caw ke bandara.
dan saya ternyata dapet nomor urut C0157 dan yang mana saat itu baru nomor C0092 !
nyesel bet, cuma kebetulan saat itu lagi jadwal shalat jumat banyakan orangnya pada solat dan ngelewatin nomor nomor itu sekali amblas. 2 jam nungguin lah.


2. Gali Info sebanyak-banyaknya dan jangan malu bertanya

Sebelum ngurus yang kaya gini, sebaiknya cari info dimanapun. Tanya temen, tanya orang, baca website orang.
Saya sampe rela-relain nge spam di forum orang cuma buat nanyain ini, dan yah ga dibales bales sampe sekarang jajajaja.
Saya juga pernah baca website yang bilang kalo untuk ngurus visa China yang X1 ini butuh medical check up, phew..
Padahal saya udah medical check up dsb cuma buat kelengkapan dokumen dan ternyata enggak dipake.
Medical check up ternyata memang dipake buat ngurus Residence Permit sih.


3. Prepare dokumen

Dokumen-dokumen disiapin, diklip jadi satu, di kopi bila perlu trus disimpen. biar lebih cepat dan efisien, ahay!

Yuhuu.. Selamat ngurusin visa dan ngejar ilmu ke negeri China!

Agustus 01, 2016

Profile: Peachy Part II (Peachy Love Story)


Akhir-akhir ini gue merasa kalo gue gabakal lama lagi ketemu Pici.
jadi, tiap malem kerjaan gue maen laptop dibawah, trus ngajak Pici maen dikamar dan ngerecokin badan gue kalo lagi ngetik kaya ginian.

Yuhuuuuu, dipart gue sebelomnya Profile: Peachy Part I (Introducing and Life Seeing) udah gue ceritain siapa itu Peachy alias Pici yang nyeriain hari-hari gue di rumah sebagai seorang penyendiri kaya gue *halah!

eehhh, di post gue yang ini gue mau nyeritain gimana si Pici nemuin jodoh pertama dan terakhirnya sekaligus bikin idupnya ngejanda selamanya. HUAHAHAHA.
kasian sih, cuma gimana ya...



jadi, ceritanya ini mulanya awalnya (hoalah) dari si Pici yang jadi satu-satunya hamster wanita (bruakakakk) yang gede dan subur.
makannya paling banyak dan paling cepet.
idupnya juga kayanya paling ga banyak masalah.
cuma, gue kadang kasian aja. liat hamster-hamster Campbell gue kemaren yang beranak-bercucung-berbuyut *apaan si gue?*

Hamster Campbell gue yang AWW banget
kasian kan, liat mereka minum-makan-bobok berdua, eh si Pici malah mojok dipinggiran kandang sendirian lagi.
sepulang mbak gue dari Belgia kemaren.
eh, dirinya takjub liat gue punya banyak banget hamster dan nyelip hamster gede sendirian mojok dikandang.
gue pernah nyoba buat ngawinin Pici sama hamster Campbell gue yang lain cuma hasilnya...
mereka berantem dan bikin si mini hamster Campbell-nya luka gede ._. gue ga mau inget lagi ah, darahnya banyak banget!

akhirnya, gue cerita ke mbak gue masalahnya si Pici, dan dia setuju buat nemenin gue beli hamster cowo buat si Pici.
HYAAA, akhrinya Pici ga nge jomblo lagi tuhan.

kita berdua hunting hamster cowo di pasar lokal di kota gue, kalo gue beliin si Pici cowo-cowo petshop mah ga selevel sama si Pici yang udah segede centong nasi itu.
jadi, akhirnya pas gue milih. ada hamster cowo yang menurut gue warnanya bagus kalo dikawinin sama si Pici.
secara, faktor utama biar keturunan hamster itu bagus, bibit emak bapaknya harus bagus warnanya.

jadi, pas gue milih milih, gue liat ada yang warnanya putih albino sama abu abu gitu.
trus gue minta penjualnya buat ambilin gue yang warna putih albino kayanya lucu gitu kalo dikawinin sama Pici ntar anaknya kan putih putihh :3

EEEEHHHH, masalah gue belom kelar!
si bibi penjualnya asal ngambil hamster trus dimasukin kedalem kantong gitu aja.
gue protes dong, dan alasannya simpel banget -- sama aja kok.
alhasil, karena gue beli murah dan si Pici kayanya udah kebelet kawin. gue terima aja.
gapapa ya pici.

nyampe rumah, gue penasaran ini hamster yang warna apa yang diambilin si bibi tadi.
kaya ada cokelat cokelatnya.
dan bener banget, hamsternya yah kayak gini...........-_-


gue gatau ini bagus atau jelek, cuma GUE KESELLL
ini hamster jeleeek warnanya, trus liar banget ga bisa diem, makannya milih milih, dan sering banget ilang dikandang.
walhasil, gue namain si mini ini -- Rocco (Roko)
gara-gara mbak gue hobi muter playlistnya Roccoberry dan gue sukak banget sama lagunya.
jadi kebetulan, semoga ini hamster Roko bikin gue jatuh hati :3

saat gue berusaha buat nyatuin kedua insan berbulu ini,
effort yang gue keluarin ga sedikit.
gue modal beli kandang lagi biar mereka berdua ga berantem langsung dan bikin beret beret.
gue modal beli kispr*y buat setrikaan baju biar mereka wanginya sama dan mulai bisa kenal satu sama laen.
gue juga modal beli bedak wangi buat mereka biar mereka akrab.
dan gue butuh waktu sekitar 1,5 minggu buat nyatuin mereka dalem satu kandang.
dan itu nonstop gue semprot semprot dan tabur tabur bedak ke mereka tiap hari.

awalnya, mereka biasa aja.
cuma 1..2...3..5..7.. hari kemudian gue baru sadar.
emang sih badannya Roko lebih kecil daripada si Pici. cuma... gue heran entah kenapa nih cowo eh hamster cowo ini lemah banget.
Pici yang badannya gede ini suka banget nge-bully Roko kalo lagi makan.
kalo Pici lewat, si Roko bisa ketakutan setengah mati dan loncat sana sini.
jahahahaha, geli sendiri gue.

Mulai akrab nih yeeee... :3
dan akhirnya...
ga sia-sia perjuangan gue dan mbak gue buat ngejodohin si Pici dan Roko ini.
sekitar sebulan kemudian, mereka udah bobok bareng kaya gini.
dan Roko juga kayanya udah siap buat ngawinin Pici.

ROKO JELEK :p
trus gue berusaha buat rajin kasihin makan Roko kecambah sama timun biar dirinya subur dan macho dikit gitu.
tapi masih aja takut sama si Pici yang badannya lebih gede.
ini emang si Pici yang nyeremin atau Roko yang penakut gue juga ga ngerti.

butuh waktu sekitar 3 bulanan buat gue dan kaka gue nunggu hasil selanjutnya dari hubungan Pici dan Roko ini.

TARAAAA.. PICI BUNTING >.<

btw, tips kalo mau beli hamster itu mendingan badan hamster cowonya lebih gede dari yang cewe deh.
kasian ntar kaya si Roko yang susah banget buat ngimbangin si Pici yang udah tua dari dirinya wkwk.

Gue rajin buat pupuk Pici tiap hari pake sayuran dan buah buahan nutrisi tinggi soalnya gue takut kalo kalo dia kekurangan nutrisi tuh bayi ntar lahiran bisa dilahap sama si emak.
jadi, gue atur menu sendiri buat si Pici perharinya.

Roko yang saat itu gue pisah dari Pici di kandang yang lain, nambah lebih aktif banget.
kayanya dia gasuka di pisahin dari pasangan idupnya yak.
tiap malem, berusaha buat keluar kandang dan kaya ngomong sama gue "plis ketemuin gue sama Pici, gue gamau sendiri"
gue sebenernya kasian liat Roko yang berontak pingin banget keluar kandang yang biasanya rame karena badannya Pici yang gede itu tiba tiba kosong gara-gara ga ada Pici.

eh, pas Pici mau lahiran anaknya.
mbak gue yang jadi emak angkatnya Roko ini ternyata dapet tawaran Au Pair lagi di Denmark.
lanjut setelah itu, ternyata Pici lahiran anaknya sekitar pertengahan bulan September 2015 lalu.

ini pas anaknya udah umur 3 mingguan


lagi hepi-hepi ngabarin mbak gue yang di Denmark.
eh si Roko ilang dari kandang.
dirinya manjat dan ngebuka pintu kandangnya sendiri.
gue udah nyari kemana-mana dan ga ketemu.
dan akhirnya, Pici kembali single dengan gelar JANDA ._.

Ini anak-anaknya Pici yang baru 1,5 bulan.
lucu lucu banget dan bikin gue gemes sendiri mainin mereka.

 

WARNA FAVORIT GUEEE AWWW


dan akhirnya, kisah cinta Pici dan Roko yang beranak 6 ini dipisahkan oleh Roko yang kabur.
dan Pici balik Janda dikandang kecilnya.
btw, anak-anaknya punya cerita sendiri buat ninggalin emaknya.
ada yang kabur gara-gara kontainer gw ga gue tutup.
ada yang diadopsi.
ada juga yang mati kecaplok gorden (eh ini kesalahan gue)

dan Pici lives happily (?) ever.. setaun lagi kayanya sih xD

Juli 20, 2016

MUG CAKE: Buat Yang Pingin Fast Dessert


Haloooo..
setelah lebaran perut dan badan makin lebar-an dan wajah makin jerawat-an
siap siap sama sekolah dan kampus yang bikin culture shock *cailee
apaan sih gueehhh ._.

berhubung hari ini gw lagi kesel sama mahluk mahluk di interpals dan berusaha buat nge-ekspresiin kekesalan gw sama makan, akhirnya gw yang ngenes somay ini ngepos resep enyak dan cepet buat pecinta fast dessert ahaayy!
resep ini sebenernya hasil eksperimen dan nemu di yutub, banyak banget sih. cuma ini resep yang recommend dan hasil jadinya enak, hihi.
btw, gw kan masih newbie vegetarian, jadi belajar cari dessert yang tanpa telor (tapi gw masih minum susu) tapi kalo emang mau jadi vegan, si susu-nya bisa di substitute sama coconut milk atau almond milk atau juga soya milk alias susu kedele.
yang vegan... kayanya gw salah tulis di judul foto, sok atuh maafkeun :3

kalo kalian males manggang, males nyuci piring, males ngeluarin mixer..
TARA!!!




oh iyaaa.. jangan lupa ya, mug-nya dipake yang tahan panas!
tips dan trick buat mug cake ini adalah..
1. kalo kalian suka tekstur kuenya yang agak cakey dan moist, milk-nya bisa ditambahin sampe adonannya semi liquid (pas di angkat, adonannya jatoh ga putusputus) aih kaya gitu deh.
2. bisa ditambahin chocochips ke dalem adonan sebelom di bake biar rasa cokelatnya eunaaakkk :3
3. kalo ada cream cheese, gw juga belom nyobain tapi bisa dimasukin kedalem adonan sebelom di bake. jadi pas hasilnya ntar bakal kerasa melted.
4. kalo ga ada microwave,, tunggu resep mug cake gw yang di kukus, stay tune!

hal yang paling gw suka dari mug cake adalah, tekstur dan rasanya mirip banget kaya Molt*n Cake di cafe-cafe fastfood-nya Ke-ef-si. dan mungkin untuk para perantau yang ada diluar sana, sok dicoba.



nyamm.. eh awas gw spoiler dikit!